World War Z & Local App Developer

[caption id=”” align=”aligncenter” width=”720”] image credit goes to bloody-disgusting.com[/caption]

Well done Paramount! Saya nggak akan mereview film ini. Karena to be honest, saya nggak jago mereview film. Mungkin cuma akan share sedikit opini saya tentang WWZ (podo wae Ki. Haha :D).

Beberapa kali saya membaca review film ini sebelum menonton filmnya. Blog langganan saya tentang urusan perfilm-an biasanya A Chinephile’s Diary dan Junebug. Saya selalu membaca review film dari beberapa perspektif karena pendapat orang kan biasanya berbeda-beda. Dari 2 blog langganan saya tersebut, semuanya memberikan rating yang cukup bagus. So, ekspektasi saya waktu itu “Okay, this must be amazing!”.

But here comes my opinion:

Ide awalnya sebenarnya simple yaitu seorang agen PBB Gerry Lane (Brad Pitt) yang ditugaskan menyelidiki virus awal penyebab manusia berubah menjadi zombie. Tapi mereka mengeksekusi ceritanya dengan sangat apik, menegangkan, tapi tetap enjoyable. Dan yang paling saya sukai dari film ini adalah less-disgust-nya. Film ini tak menyuguhkan hal-hal menjijikan yang biasa disuguhkan di film zombie (ya walaupun ini daya tarik awal film zombie sih ya) seperti darah dan organ tubuh yang berserakan di jalan, dll yang Anda tau sendiri. Walaupun minus hal tersebut, 115 menit tetap terasa menegangkan dan full action.

Namun menurut saya, chemistry antara antara aktor utama (Brad Pitt) dan istrinya (Mireille Enoz) somehow kurang dapet ya. Dan nggak tau kenapa saya sih ngerasa peran Mireile Enoz di film ini kurang penting dan lebih sebagai pelengkap cerita aja.

Dan ada beberapa hal yang menurut saya agak janggal. Yaitu saat Brad pitt melakukan beberapa kali adegan menelepon istrinya saat berada di pesawat. Dan selamat dari crash plane yang begitu dahsyat dengan luka yang (ah, better not to tell kali ya. jadi spoiler ntar malah :D). It’s just unrealistic.

Tapi overall, film ini cukup smart dan thrilling. Satu-satunya film bergenre zombie yang bisa ditonton sama semua umur. Dan recommended banget buat yang baru kelar UAS atau adek-adek sekolah yang baru aja liburan.

Anyway, saya juga punya rekomendasi aplikasi buat kalian yang suka nonton film. Dan kerennya, kedua aplikasi ini buatan Indonesia! Ah, senangnya liat ide kita terwujud (saya once pernah terpikir ingin membuat aplikasi semacam ini).

Yang pertama, Movreak (kalian bisa download aplikasinya disini). Nggak tau kebetulan macam apa ini. Tapi waktu saya kepikiran pengen bikin aplikasi semacam ini, nama yang saya pikir pertama kali adalah Movreak. Dan surprisingly, sudah ada yang membuat aplikasi ini dengan nama yang sama seperti yang saya pikirkan. Movreak ini setau saya buatan orang Bandung ya (cmiiw). Kalo diliat di credit aplikasinya sih, Movreak ini buatan Dycode. Minusnya si Movreak ini, sekarang dia ada ads-nya (padahal dulu nggak ada). Walaupun adsnya mostly cuma event-event gitu si. Tapi tetep aja.. :( (saran: mending dibikin menu sendiri deh. Menu event atau apa gitu. Lagian eventnya masih ada hubungannya dikit sama Movreak kaan :D)

Yang kedua, MovPlex (kalian bisa download aplikasi ini disini atau versi HDnya disini). Ini selingkuhan saya akhir-akhir ini karena Movreak di android masih banyak bug-nya. Mungkin karena masih beta version kali ya (eh, masih beta nggak sih? cmiiw :3). Kalo si MovPlex ini, dia bikinan Warcod (By the way, kok semuanya ada unsur code-nya ya? -,-). So far sih, saya enjoy pake MovPlex. Cuman yaa itu, di kedua app ini belum ada fitur untuk beli tiketnya langsung (atau minial pilihan seat yang masih available kali ya).

Tapi cukup bangga sih, udah ada developer lokal yang kepikiran bikin aplikasi semacam ini. Di luar ada nggak sih? kayaknya masih patokan sama imdb deh ya. Yaa, minimal Indonesia udah one step ahead dengan mencoba bikin aplikasi semacam ini sendiri lah yaa. Hidup developer lokal! :D